Sukses Menulis Buku Hingga Terbit

Sukses menerbitkan buku adalah impian setiap orang terutama penulis.

livingabroad
Semua penulis bahkan setiap orang ingin memiliki buku yang bertuliskan namanya. Ada rasa bangga bila melihat nama penulis yang tertulis adalah orang yang kita kenal, apalagi jika itu nama sendiri. Bagaimana seorang penulis atau orang biasa dapat mengeluarkan buku, ini yang akan kita bahas di sini.

Menulis adalah bukan hal mudah, pendapat ini benar bagi orang yang belum pernah menuliskan sesuatu dengan tujuan untuk dibaca orang lain. Menulis membutuhkan latihan yang baik, benar agar menarik untuk dibaca. Banyak buku tapi belum tentu semua memberikan manfaat bagi pembacanya dan enak dibaca. Susunan kalimat dan bagaimana seseorang menyampaikan pemikirannya melalui tulisan sehingga dapat membuat seseorang yang tidak tertarik membaca menjadi terhanyut untuk terus menyelesaikan halaman demi halaman hingga selesai. Ini semua bisa dipelajari.

Beberapa trik atau tip sukses yang bisa dipelajari dan dipraktekkan langsung, bila Anda adalah satu dari sekian banyak orang yang memiliki impian memiliki buku sendiri atau ingin menjadi seorang Penulis. Simak berikut ini:

Langkah Pertama

  1. Memilih topik yang fresh dan sedang menarik di masyarakat. Topik, tema atau ide adalah hal penting yang harus kita punya ketika akan memulai menulis.
  2. Membidik pembacanya siapa. Siapa yang akan  membaca atau tulisan ini diperuntukan untuk siapa. Bisa berdasarkan gender atau jenis kelamin, umur, profesi tertentu bahkan untuk umum sekali pun. Agar memudahkan kita dalam menyampaikan pemikiran kita saat menulis.
  3. Survei lapangan untuk meyakinkan pilihan tersebut. Jika kita memiliki banyak waktu dan merasa harus untuk melakukan survei, agar penulisan benar-benar sesuai dengan yang ingin disampaikan. Survei bisa dilakukan dengan meminta orang atau kawan untuk mengisi daftar pertanyaan atau questionnaire  dan memberikan pendapat pada topik tersebut.
Langkah Kedua
  1. Mulai menulis biasanya maksimal 3 bulan diharapkan selesai, cukup singkat karena menghindari ide atau topik tersebut sudah basi di pasaran atau tidak menarik lagi untuk dibaca.
  2. Mencari penerbit yang ingin bekerjasama dengan Anda. Bukan hal mudah, apalagi saat ini banyak penerbit yang mematok sejumlah uang tertentu untuk membantu penerbitan, atau mewajibkan penulis untuk membeli bukunya diawal. Namun sebaiknya mencoba untuk mencari penerbit yang mau membantu tanpa syarat yang menyulitkan.
  3. Mengirim contoh naskah ke calon penerbit. Hal ini perlu dilakukan agar pihak penerbit mempelajari untung ruginya serta layak atau tidak untuk diterbitkan.
  4. Menunggu sabar jawaban dari penerbit. Menerbitkan sebuah buku tidak mudah, butuh waktu dan ketelitian, karena jika sudah naik cetak akan kecil kemungkinan untuk dapat merevisi kembali.
Langkah Ketiga
  1. Bersedia untuk merevisi jika diminta. Kadang merevisi pemikiran sendiri memang tidak mudah, apalagi jika penulisan sudah masuk tahap akhir atau pihak lain yang meminta. Kadang permintaan revisi adalah hal yang menyulitkan apalagi jika hanya menguntungkan salah satu pihak, dalam hal ini penerbit. Kita dapat menolak jika revisi tersebut akan mengubah ide penulisan, tentu dengan resiko penerbit akan mundur menerbitkan tulisan tersebut.
  2. Tanda tangan kontrak dengan penerbit. Kerjasama umumnya semua harus dilalui dengan penandatangan kontrak kerjasama untuk menerbitkan sebuah buku antara penulis dan pihak penerbitan. Tujuannya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, meskipun kadang di Indonesia kontrak kerjasama sering hanya sebuah formalitas, beda dengan di luar negeri semua pihak harus mematuhinya dengan benar tidak ada pihak yang dirugikan.
  3. Proses pembuatan cover atau sampul buku. Pembuatan sampul buku, umumnya penerbit yang akan memberikan contoh awal dan usul gambar atau tampilan, penulis akan membantu memberikan masukan bagaimana gambar sampul yang cocok dengan isi atau tema buku.
  4. Buku siap cetak. Jika segala sesuatu di atas telah dilakukan dengan benar, maka akan segera masuk dalam proses cetak buku. Berapa banyak yang akan dicetak biasanya ada beberapa tahapan, untuk pertama umumnya 3000 eksmplar atau salinan dan jika sukses di pasaran akan dilakukan pencetakan ulang.
  5. Menunggu sabar pencetakan buku selesai. Biasanya tidak membutuhkan waktu lama.
Langkah Keempat
  1. Buku disebar atau ditawarkan ke seluruh toko penerbit dan cabangnya, atau toko buku lainya yang tertarik untuk ikut menjual buku tersebut. Saat ini kita dapat juga menjual melalui toko buku online juga yang umum seperti Amazon.
  2. Promosi ini adalah hal yang paling penting bukan hanya gencar melalui media sosial, kenalan tapi lebih penting kepada siapa saja yang merupakan target penulisan. Bisa juga dengan membuat seminar berdasarkan tema buku tersebut, mengadakan sayembara, menjadi pembicara di stasiun tv, radio atau pun forum-forum khusus untuk memperkenalkan buku tersebut.
  3. Launching atau peluncuran buku saat pertama terbit: undang para pihak yang terlibat dalam pembuatan buku dan mengundang pihak luar yang akan membantu dalam mempromosi buku Anda. Bila perlu adakan perayaan sederhana untuk memperkenalkan buku tersebut. Buku tersebut bisa diperlakukan seolah-olah seperti seorang bayi yang baru lahir, untuk diperkenalkan.
  4. Mengadakan bedah buku. Bedah buku adalah membahas mengenai isi buku, di sini penulis hadir dan menjelaskan hal yang berhubungan mengapa buku ditulis dan mengapa harus dibaca dan dimiliki, bukan keseluruhan isi buku. Tujuannya membuat orang tertarik untuk memiliki dan membacanya.
  5. Berharap positif agar buku dapat diterima dan sukses di pasaran.

Semoga informasi di atas dapat memberikan masukan kepada banyak calon penulis. Menulis adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan dan positif, karena melalui tulisan kita dapat membantu banyak orang.

-MamaSeru-

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment