PERNIKAHAN ADAT SUKU DAYAK TUNJUNG, KALIMANTAN TIMUR (Singkat)

PENGANTAR


TRADISI PENERIMAAN MEMPELAI PRIA OLEH KELUARGA MEMPELAI WANITA

Mempelai Wanita


Ada beragam suku di Indonesia, diantaranya adalah Suku Dayak yang berdiam di kepulauan kalimantan. Borneo adalah sebutan lain pulau kalimantan. Suku ini ada yang berdiam di Indonesia, ada juga di negara tetangga Malaysia. Pulau kalimantan di tanah air kita terbagi dalam beberapa bagian: Kalimantan Timur, Barat, Selatan, Tengah dan Utara. Orang Utan adalah primata yang terkenal dari pulau ini. Saya sendiri adalah menjadi bagian dari Suku Dayak Tunjung  yang merupakan satu dari sekian banyak suku dayak yang berdiam di pulau Kalimantan Timur.


Tradisi pernikahan merupakan salah satu dari sekian banyak tradisi dan budaya yang masih dipertahankan hingga saat ini. Selain sangat unik juga sayang untuk tidak diperkenalkan ke generasi muda, bahkan jika mungkin mancanegara. Almarhum ibu saya adalah salah satu promotor di keluarga kami, yang sangat bangga dan beremangat untuk tetap melaksanakan prosesi pernikahan adat, terutama  untuk pernikahan anak cucunya. Saat  ini tidak mudah untuk menemukan seseorang yang mengerti pelaksaan sebuah adat istiadat ditambah banyak orang-orang tua atau kepala adat yang masih setia namun belum menulis atau mencatat proses adat istiadat tersebut dalam sebuah tulisan, antara lain: adat pernikahan, kelahiran, kematian dan lain sebagainya. Sehingga tulisan ini meskipun singkat, tujuannya untuk menjadi pengingat saya dan keluarga bahwa melestarikan budaya adalah sebuah PR bersama untuk tetap menghargai budaya leluhur nenek moyang kita, untuk kami pribadi menghargai almarhum ibu yang selalu menggaungkan ide tentang bahwa pentingnya adat untuk tetap ada dan hidup. 


Proses pernikahan adat yang dilakukan untuk pernikahan putri kami Sarah, pada tanggal 6 Mei 2023 yaitu prosesi penerimaan pengantin pria. Meskipun singkat tetap mengandung tradisi yang kental dari adat-budaya kami Suku Dayak Tunjung dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.


PROSESI PENERIMAAN MEMPELAI PRIA



Di dalam sebuah keluarga, seiring bertambahnya waktu setelah anak-anak yang lahir, beranjak dewasa dan menemukan pasangan hidupnya. Tibalah di mana mereka memiliki niat untuk membangun keluarga sendiri, itu artinya sang anak akan membawa satu anggota baru masuk di dalam keluarga. Niatan tersebut diawali oleh proses lamaran oleh keluarga calon mempelai pria kepada keluarga calon mempelai wanita. Step selanjutnya adalah pesta pernikahan yang dimulai dengan prosesi pernikahan adat penerimaan sang mempelai pria beberapa hari sebelum pesta besar berlangsung.

Putri kami akan menikah dengan pria pujaan hatinya yang berasal dari suku yang berbeda, sehingga sebelumnya kami sudah terlebih dahulu memberitahukan kepada pihak pengantin pria, bahwa keluarga kami akan melakukan proses penerimaan mempelai pria secara adat dan budaya kami.

Pihak mempelai pria harus menyiapkan beberapa barang yang menunjukkan keseriusannya menikahi dan bergabung dalam keluarga si mempelai wanita, antara lain:
  1. Cincin Pernikahan sebagai pengikat.
  2. Beberapa lembar perlengkapan pakaian mempelai pria dan wanita termasuk sepatu, baju dalam, baju tidur.
  3. Parang atau Mandau sejata khas suku dayak buat pria.
  4. Pisau untuk mempelai wanita.
  5. Dompet wanita.
  6. Wewangian antara lain minyak wangi dan wewangian untuk tubuh.
  7. Makanan yang manis seperti buah, kue-kue, permen.
  8. Piring atau mangkuk putih 
  9. jika ingin ditambahkan boleh saja.

PAKAIAN ADAT YANG HARUS DISIAPKAN ADALAH:


  1. Pakaian adat sehari-hari yang dipakai penduduk suku Dayak Tunjung seperti atasan dan bawahan Ketau, yaitu bawahan wanita yang akan dipakai sebelum dan saat proses siraman.
  2. Pakaian pernikahan sepasang pengantin, ada berbagai macam model jadi disesuaikan dengan keinginan mereka, tanpa meninggalkan kesan pakaian adat Suku Dayak.


Undangan yang diharapkan hadir di acara:


  1. Keluarga inti mempelai wanita
  2. Keluarga inti mempelai pria
  3. Keluarga terdekat om dan tante
  4. Kerabat dan sahabat dari kedua belah pihak mempelai.
  5. Kehadiran orang-orang yang secara khusus diminta untuk memberi nasihat perkawinan bagi kedua mempelai.
Persiapan penjor atau umbul-umbul di gapura atau gang masuk ke perumahan sebagai tanda bahwa akan ada pesta pernikahan, serta menghias pelaminan, tempat acara siraman dan ruangan untuk proses pemberian nasihat pernikahan saat proses nikah adat berlangsung.


SAAT PROSES BERLANGSUNG


Rumah mempelai wanita telah dihias beberapa hari sebelumnya sehingga keluarga dan tetangga sekitarnya mengetahui bahwa ada hajatan pesta pernikahan. Kendi atau ember besar yang berisi bunga-bunga mawar yang dipersiapkan untuk proses siraman.

PENYAMBUTAN 


Hari yang ditunggu tiba mempelai pria hadir didamping keluarga besar. Pintu rumah orang tua mempelai wanita masih dalam keadaan  tertutup hingga mempelai pria harus mengetuk pintu terlebih dahulu untuk dipersilahkan masuk.

Seseorang yang mewakili keluarga wanita akan bertanya, kedua belah pihak akan bersahutan di balik pintu tertutup, sebelum diizinkan masuk. Apa tujuan mempelai pria membawa keluarganya hari ini datang ke rumah calon mempelai wanita, apa membawa berita baik atau tidak. Jika dijawab bahwa membawa berita baik, maka mereka akan dipersilahkan masuk dan sebaliknya jika berita buruk tidak akan dibukakan pintu. 

Saat izin masuk sudah diberikan maka pintu akan dibuka, dipersilahkan masuk dan disambut dengan tarian penyambutan untuk diantar duduk di ruang yang sudah dipersiapkan di mana akan dilaksanakannya prosesi pernikahan.

Setelah duduk maka pemimpin atau perwakilan keluarga saling memperkenalkan keluarga masing-masing yang hadir. Perwakilan keluarga wanita akan bertanya ulang gadis mana yang dimaksud yang akan dipinang? tujuannya hanya untuk meyakinkan. Kemudian setelah dicocokkan ciri-ciri yang disebutkan, maka pihak keluarga membawa keluar mempelai wanita untuk bertemu dengan pujaan hatinya disaksikan oleh keluarga, kerabat dan tamu yang hadir disambut tepuk tangan menyatakan bergembira dengan hasilnya.

Pemimpin acara memberi ucapan terima kasih atas kehadiran mempelai pria dengan keluarganya serta kerabat dan tamu yang hadir. Dibuka dengan doa agar semua prosesi hari itu berjalan lancar.


PROSES SIRAMAN


Setelah itu kedua mempelai masuk dalam prosesi siraman. Prosesi siraman sendiri tidak wajib, tergantung dari keluarga ingin memasukkan acara siraman atau tidak. Acara siraman merupakan sebagai pengingat bahwa anak-anak saat lahir dalam keadaan bersih tanpa dosa dan dalam keadaan bersih juga untuk memasuki mahligai pernikahan.

Yang mendapat kesempatan untuk memberi siraman adalah orang tua kemudian diikuti kakak adik yang sudah menikah, om tante dan beberapa tamu yang sudah dipilih sebelumnya.


PROSES PERNIKAHAN ADAT


Setelah acara siraman selesai dilanjutkan dengan berganti pakaian dengan pakaian adat untuk prosesi pernikahan adat berikutnya. Kedua mempelai siap dengan baju adat pernikahan mereka dan duduk di pelaminan untuk memulai rangkaian acara yang sudah disusun:
  1. Pemeriksaan kelengkapan barang-barang yang dibawa sebagai tanda keseriusan kedua pengantin. Pemimpin acara yang dituakan dari pihak keluarga akan menjelaskan maksud dari barang-barang yang dibawa dan dipersiapkan. 
  2. Pemberian pesan dan nasihat dari kedua belah pihak keluarga, syaratnya yang sudah menikah kepada kedua mempelai, perihal: kesiapan mereka untuk berumah tangga dan persiapan acara pemberkatan dan pesta pernikahan untuk hari berikutnya yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sesi ini cukup lama tergantung berapa banyak yang akan memberi nasihat. Biasanya sesi ini tamu-tamu bisa mendengarkan sambil menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan pihak keluarga.
  3. Pihak keluarga pria dipersilahkan menikmati menu minuman dan kue-kue tradisional (tidak wajib)
  4. Acara diakhiri dengan penerimaan mempelai pria dalam keluarga mempelai wanita disambut dengan pelukan orang tua kepada masing-masing anak calon pengantin, dan jabatan tangan antara orang tua dan keluarga yang mengantar.
  5. Ditutup dengan tarian-tarian sebagai tanda sukacita, semua keluarga tamu ikut menari bersama berkeliling di ruangan dengan diawali dengan penari yang membawa selendang yang akan dikalungkan pada siapa saja yang mau ikut serta menari Tari Ngelewai.





AKHIR ACARA


Untuk mengakhiri acara hari itu ditambahkan dengan melepaskan sepasang burung merpati yang melambang kesetiaan kedua pasangan untuk bersama-sama dalam menjalankan biduk rumah tangga mereka dan sebagai tanda bahwa anak-anak sudah menjadi dewasa dan siap terbang tinggi untuk mengejar mimpinya bersama pasangannya.

Kebahagiaan sebagai orang tua dapat melaksanakan pernikahan secara adat meskipun singkat namun akan menjadi momen kenangan yang akan selalu ingin dikenang dan menjadi cerita bagi anak cucu mereka kelak, bahwa orang tua mereka pernah melalui proses pernikahan adat ini.


Dunia boleh menjadi modern, tetapi jangan sampai melupakan tradisi baik yang pernah ada.




MariaDewi


CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment